Gita baru aja wisuda. IPK 3.4. Kampus negeri. Tapi pas ngelamar kerja, dia blank. Satu pertanyaan yang paling bikin dia bingung: β€œIni perusahaan… ngapain aja sih sebenernya?”

Jawabannya simpel: karena manusia nggak bisa ngelakuin semuanya sendiri.

Bayangin Lo Hidup di Zaman Nggak Ada β€œKerja”

Lo pengen makan nasi goreng. Lo harus:

Lo bakal kelaparan sebelum makan.

Jadi manusia pintar-pintar: β€œLo fokus nanem padi aja. Gue fokus masak. Dia fokus bikin wajan.” Ini namanya spesialisasi. Ini fondasi peradaban modern.

Dari Spesialisasi ke Uang

Problemnya: gimana caranya petani dapet wajan dari pandai besi? Barter? Ribet. Butuh coincidence of wants β€” kedua pihak harus saling butuh di waktu yang sama. Makanya manusia bikin uang. Uang itu cuma perantara. Lo kerja β†’ dapet uang β†’ tuker sama apa yang lo butuhin.

Rp 0 β€” Value yang lo hasilin kalau lo nggak bisa ngapa-ngapain

1 β€” Skill yang lo butuhin: bisa ngasih value ke orang lain

∞ β€” Permintaan buat orang yang bisa solve masalah nyata

Dari Spesialisasi ke Perusahaan

Oke, tiap orang spesialis. Tapi gimana caranya 500 orang spesialis yang beda-beda skill-nya β€” engineer, akuntan, sales, operator, desainer β€” kerja bareng untuk bikin SATU produk?

Itulah kenapa perusahaan ada.

Perusahaan = Mesin Koordinasi. Perusahaan adalah wadah yang:

Perusahaan ADA karena lebih murah dan efisien ngurusin koordinasi internal daripada lo transaksi sendiri-sendiri di pasar terbuka. Ini konsep dari Ronald Coase, Nobel Ekonomi 1991.

Kenapa Perusahaan Mau Bayar Lo?

Simpel: karena lo ngasih value yang lebih gede dari gaji lo.

Perusahaan bayar lo Rp7 juta/bulan. Tapi output lo β€” efisiensi yang lo hasilin, proyek yang lo selesaiin, customer yang lo handle β€” harus lebih dari Rp7 juta. Kalau nggak, perusahaan rugi. Kalau rugi terus, perusahaan bangkrut. Kalau bangkrut, lo kehilangan kerjaan.

Ini kenapa lo nggak boleh cuma β€œngerjain tugas.” Lo harus ngerti gimana value lo nyambung ke uang perusahaan.


Mau tau lebih dalam? Artikel ini diadaptasi dari ebook gratis kami Dari Kampus ke Dunia Kerja: Yang Nggak Ada Diajarin di Kelas. Download gratis, baca kapan saja.